Friday, 21 March 2014

makalah echinodermata

ECHINODERMATA






MAKALAH
Memenuhi tugas matakuliah
Avertebrata Air
yang dibina Ibu DR. Uun Yanuar, S.Pi, M.Si





Oleh
Sayang Ananda Fitri
135080500111044





















UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
JURUSAN MANAJEMEN SUMBER DAYA PERAIRAN
PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
Desember 2013




1.       Pengertian Echinodermata
Nama Echinodermata berasal dari kata echinos yang berarti duri dan derma yang berarti kulit. Jadi, Echinodermata berarti hewan berkulit duri. Memang jika kita meraba kulit hewan ini akan terasa kasar, karena kulitnya mempunyai lempeng-lempeng zat kapur dengan duri-duri kecil. Semua anggota Echinodermata ini hidup di laut, seperti bintang laut, bulu babi, dan mentimun laut.
Hewan ini biasanya hidup di pantai dan di dalam laut sampai kedalaman sekitar 366 m. Sebagian hidup bebas, hanya gerakannya lamban. Anda jangan khawatir hewan ini tidak ada yang parasit. Ada sekitar 5.300 jenis Echinodermata yang sudah dikenal manusia. Jumlahnya amat banyak, karena musuh hewan ini hanya sedikit.
Keistimewaan Echinodermata adalah memiliki tubuh (organ tubuh) lima atau kelipatannya. Di samping itu hewan ini memiliki saluran air yang sering disebut sistem ambulakral. Sistem ini digunakan untuk bergerak, bernafas, atau untuk membuka mangsanya yang memiliki cangkok. Ciri umum lainnya adalah pada waktu masih larva tubuhnya berbentuk bilateral simetri. Sedangkan setelah dewasa bentuk tubuhnya menjadi radial simetri.
Echinodermata termasuk hewan  triplobastik selomata. Mulutnya terletak di bawah dan anus berada di atas. Hewan ini memiliki sistem amburakal yaitu gerakannya terjadi dengan mengubah tekanan air yang diatur oleh sistem pembuluh air yang berkembang dari selom. Sistem tersebut digunakan untuk bergerak, bernapas, dan membuka mangsanya.


2.     Ciri umum Echinodermata
Berikut ini ciri-ciri umum filum echinodermata:
a.      Semua echinodermata hidup di air laut;
b.     Simetri radial atau pentaradial, selalu terbagi 5 bagian;
c.      Tidak ada kepala;
d.     Tidak bersegmen;
e.      Tubuh memiliki banyak kaki tabung yang befungsi untuk bergerak dan menangkap makanan;
f.      Tubuh ditutupi oleh epidermis yang disokong oleh skeleton yang tetap dan spina;
g.     Sistem pencernaan sederhana (beberapa di antaranya dilengkapi dengan anus), rongga tubuh bersilia, biasanya luas, di isi dengan/mengandung sel bebas (amoebosit);
h.     Respirasi dengan papulae, kaki tabung atau dengan pohon respirasi;
i.       Jenis kelamin terpisah, gonat besar, fertilisasi eksternal, telur banyak, larva mikroskopik, bersilia, biasanya berenang bebas, mengalami metamorfosis. (Stoner, 1961: 270);
j.       Semua echinodermata hidup di laut;
k.     Sebagian besar spesies mampu bergerak dengan merangkak sangat lambat;
l.       Tampilan khusus anggota filum ini seluruhnya memiliki duri. Tepat di bawah kulitnya, duri dan lempeng kapurnya membentuk kerangka;
m.   Tubuhnya berkembang dalam bidang lima antimere yang memancar dari  sebuah cakram pusat dimana mulutnya berada di tengah.

3.     Klasifikasi Echinodermata
Hewan Echinodermata berdasarkan bentuk tubuhnya dapat dibagi menjadi lima kelas, yaitu kelas Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Crinoidea, dan Holoturoidea.
A.    Asteroidea
Bentuk tubuh kelompok Asteroidea seperti bintang. Bagian bawah disebut permukaan  oral yang memiliki mulut dan permukaan atas disebut permukaan  adoral yang terdapat anus, terdapat juga madreporit. Pada per mukaan tubuhnya terdapat duri-duri pendek, di bagian ujung lengan  terdapat bintik mata yang peka terhadap sinar. Warna tubuh asteroidea ada yang hitam, biru kecokelatan, dan merah menyala, misalnya Asteria forbesi (bintang laut), Linkia laevigata (bintang laut biru), Pentaceros (bintang laut bertanduk),Culcita (bintang laut berkulit).
B.    Echinoidea
Hewan ini tidak memiliki lengan seperti Asteroidea, tubuhnya tertutup cangkok tipis yang saling berhubungan, dan muncul duri-duri panjang yang dapat digerak-gerakkan. Mulutnya terletak pada permukaan oral dilengkapi dengan alat untuk mengambil makanan yang dinamakan Lantera aristoteles. Adapun anus, madreporit, dan lubang kelamin terdapat pada permukaan adoral. Echinoidea ini hidup di pasir, batu-batuan, contohnya bulu babi dan landak laut.
C.    Ophiuroidea
Kelompok Ophiuroidea sering dinamakan bintang ular, karena memiliki lengan yang panjang dan gerakannya menyerupai gerakan ular. Ciri khas dari Ophiuroidea adalah madreporit yang terletak di daerah bawah, yaitu daerah mulut dan tidak mempunyai anus, jadi sisa makanan dimuntahkan melalui mulut. Pada siang hari, hewan ini bersembunyi di balik bebatuan, lumpur, atau tempat terlindung dan malam hari melakukan aktivitas. Makanannya berupa Mollusca, udang-udangan, dan sisa organisme. Contohnya, Ophiothrix.
D.    Crinoidea
Pernahkah Anda melihat bunga lili atau bunga bakung? Bentuk tubuh hewan ini menyerupai bunga tersebut. Hidupnya dengan cara menempel di dasar laut dan dapat membentuk taman laut yang sangat indah. Jika Anda berwisata ke daerah Kepulauan Seribu Anda dapat menikmati keindahan taman laut yang terdapat hewan ini. Tubuh Crinoidea mempunyai lima lengan yang bercabang-cabang. Pada daerah oral terdapat mulut dan anus, tetapi tidak memiliki madreporit. Pada dasar tubuh permukaan adoral terdapat  kaliks, yaitu lempeng kapur berbentuk cangkir. Apabila kondisi tidak memungkinkan, maka Crinoidea akan melepaskan diri dari dasar tempat melekatnya, kemudian pindah pada tempat yang sesuai.
E.     Holothuroidea
Jika kita pegang, maka air dan amburakal akan dikeluarkan sehingga tubuhnya kempis. Hewan ini tidak dapat berlari, terlihat bergeletakan di atas pasir. Warna tubuhnya kehitaman, kecokelatan, dan agak putih. Susunan tubuhnya lima lipat, tubuhnya lunak, tidak mempunyai duri, dan tidak berlengan. Di sekitar mulutnya terdapat tentakel bercabang yang dihubungkan dengan sistem pembuluh air. Di daerah anus terdapat kaki amburakal untuk bergerak atau pengerutan otot tubuh. Mulut terletak pada bagian anterior dan anus terletak pada bagian posterior. Tiga baris kaki di daerah ventral untuk bergerak dan dua baris di bagian dorsal digunakan untuk bernapas. Respirasi dengan dua baris kaki pembuluh dorsal dan alat napas yang disebut paru-paru air. Hewan ini hidup di dalam pasir atau kapur, makanannya  berupa zat organik yang ada dalam lumpur.

4.     Struktur dan Fungsi Tubuh
Permukaan tubuh Echinodermata umumnya berduri. Baik itu pendek tumpul dan panjang runcing. Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbona tyang disebut testa. Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut ambulakral. Ambulakral berfungsi untuk mengatur pergerakan air ke bagian keluar tubuh. Yaitu kaki ambulakral tau kaki tabung. Kaki tersebut memiliki alat isap.

5.     Sistem Pencernaan, Sistem Saraf dan Respirasi
Hewan ini sudah mempunyai sistem pencernaan yang sempurna, tetapi ada beberapa jenis yang tidak mempunyai anus, yaitu bintang ular. Pada mulut terdapat gigi paruh, bergerak ke atas menuju kerongkongan, lambung, dan anus. Pada bintang laut, lambung bercabang lima yang masing-masing menuju ke arah lengan, dan setiap lengan bercabang dua dan ujungnya buntu. Sistem saraf pada hewan ini berupa cincin saraf mengelilingi mulut yang keluar lima batang saraf radial pada masing-masing lengannya. Respirasinya menggunakan kulit berupa tonjolan dinding rongga tubuh (selom) tipis yang dilindungi oleh silia.

6.     Perkembangbiakan Echinodermata
Jenis kelamin pada hewan ini sudah terpisah, fertilisasi terjadi secara eksternal. Bila kemudian terbentuk zigot akan berkembang menjadi larva bersilia (bipinnaria) yang dapat berenang. Apabila berada di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi dewasa. Hewan ini juga mempunyai kemampuan autotomi dan  regenerasi, yaitu kemampuan untuk memulihkan bagian tubuh yang rusak, hilang, atau putus. Misalnya, jika lengan terpotong, maka akan terbentuk lengan. Hewan ini teramsuk hermaprodit dan ada juga yang dioseus.



DAFTAR PUSTAKA

Anshori, M. & Martono, D. 2009. Biologi 1: Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (M
A). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Kistinah, I. & Lestari, E. S. 2009. Biologi 1: Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi: Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

0 comments: