Thursday, 12 February 2015

Rangka Ikan (Ichtyologi)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh, menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. Pada Beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina. Secara tidak langsung rangka menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam.
Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan tulang sejati. Tulang rawan pada banyak vertebrata, kecuali cyclostomata dan elasmobranchii merupakan jaringan embrional.
Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan dan pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat, diingat dalam mempelajari dan mengidentifikasi ikan.

1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.       Apa saja fungsi rangka pada ikan?
2.       Apa saja jenis rangka ikan menurut asalnya?
3.       Bagaimanakah bentuk pola dasar tubuh pada rangka ikan?
4.       Apa saja jenis rangka ikan jika berdasar letak dan fungsinya?

1.3 Tujuan
Bedasarkan rumusan masalah di atas dirumuskan tujuan pada makalah ini sebagai berikut:
1.       Agar dapat mengetahui funfi rangka pada ikan
2.       Untuk mengetahui jenis rangka ikan menurut asalnya
3.       Untuk mengetahui bentuk pola dasar pada ikan berdasar letak dan fungsinya dalam tubuh
4.       Untuk mengetahui macam-macam rangka pada ikan



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Fungsi Rangka
                        Rangka pada ikan memiliki beberapa fungsi antara lain:
1.     Memberi bentuk kepada tubuh
2.     Sebagai penegak dan penyokong tubuh
3.     Melindungi bagian tubuh sebelah dalam, seperti otak, jantung, hati, alat pencernaan, dan lain-lain
4.     Menghasilkan garam kalsium
5.     Sebagai alat gerak pasif
6.     Sebagai salah satu tempat pembuatan butir darah merah
7.     Pada beberapa jenis ikan tertentu modifikasi tulang penyokong sirip menjadi alat penyalur sperma ke dalam saluran reproduksi ikan betina (lkpp unhas)

2.2  Jenis Rangka Ikan Menurut Asalnya
a.       Rangka tulang rawan (cartilago)
Tulang-tulang pada golongan ikan Chondrichthyes dan juga ikan Osteichthyes yang masih muda. Contoh: ikan pari (Manta birostris) dan ikan hiu (Carcharhinus leucas).
b.       Rangka tulang sejati (Osteum)
Tulang-tulang pada golongan ikan  Osteichthyes. Tulang sejati sebenarnya berasal dari tulang rawan. Proses pembentukan tulang sejati dari tulang rawan disebut osifikasi. Contoh: ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan mujair (Oreochromis mossambicus).

2.3 Pola Dasar Rangka Tubuh Ikan
Bentuk tubuh ikan sangat bervariasi dan  biasanya berkaitan erat dengan tempat dan cara ikan hidup.  Namun, ikan mempunyai suatu pola dasar yang sama yakni kepala – badan – ekor. Berikut organ-organ pada bagian tubuh berikut:
1.       Bagian kepala, yakni bagian dari ujung mulut terdepan hingga ujung operkulum (tutup insang) paling belakang. Organ yang terdapat pada bagian kepala adalah mulut, rahang, gigi, sungut, cekung hidung, mata, insang, operkulum, otak, jantung, dan beberapa ikan terdapat alat pernafasan tambahan dan sebagainya.
2.       Bagian badan yakni dari ujung operkulum (tutup insang) paling belakang sampai pangkal awal sirip belang, atau biasa disebut sebagai sirip dubur. Organ-organ yang ada di dalamnya diantara lain sirip punggung, sirip dada, sirip perut, hati,limpa,empedu, lambung, usus,ginjal, gonad, gelembung renang, dan sebagainya.
3.       Bagian ekor, yakni bagian yang berada diantara pangkal awal sirip belakang/dubur sampai dengan ujung terbelakang sirip ekor. Organ yang ada pada bagian ini adalah anus, sirip, dubur, sirip ekor, dan padaikan-ikan tertentu terdapat scute dan finlet, dan sebagainya.
Bentuk tubuh simetris dapat dibedakan atas:
1.    Fusiform atau bentuk torpedo
Mempunyai bentuk tubuh yang ramping dengan potongan lintang berbentuk elips dan bentuk pangkal ekor yang sempit tepat depann sirip ekor. Disebut ikan perenang cepat karena dapat mengurangi pengaruh dengan media air.
Contoh: Ikan tuna (Thunus alalunga), cakalang (Euthynus pelamis), hiu (Carcharinus leucas), salmon,baraccuda, dan lain-lain.
2.    Compressed atau pipih
Ikan yang berenang dengan kecepatan yang tidak konstan. Dalam keadaan biasa, ikan tersebut berenang dengan sangat lambat, tetapi dalam keadaan bahaya atau sedang mengejar mangsa, ikan tersebut dapat berenang dengan cepat.
Contoh: Ikan mas (Cyprinus carpio), angel fish butterfly fire, dan lain-lain.
3.    Depressed atau datar
Bentuk tubuh yang mendatar secara dorsoventral. Sangat cocok untuk hidup di dasar perairan. Dimiliki oleh ikan family Rajidae dan Mobulidae.
Contoh: pari (Dasyatis sp), ikan sebelah (Pseudopleuronectes americanus) dan lain-lain.
4.       Anguiliform atau bentuk ular
Bentuk tubuh ikan yang memanjang dengan penampang lintang yang agak silindris dan kecil serta pada bagian ujung meruncing/tipis.
Contoh: sidat (Anguilla celebesensis) dan belut (Monopterus albus)
5.       Filiform atau bentuk tali/benang
Contoh: ikan family Nemichtyidae
6.       Taeniform atau flatted-form atau bentuk pita
Bentuk tubuh yang memanjang atau tipis menyerupai pita
Contoh: ikan layur (Trichiurus salava)
7.       Sagittiform atau bentuk panah
Bentuk tubuh ikan yang memanjang dimana sirip-sirip tulangnya terletak jauh di belakang dekat sirip ekor. Ikan family Lepisosteidae dan Esocidae.
Contoh: Strongylura strongylura
8.       Ikan jenis ini akan mengembangkan tubuhnya sebesar mungkin jika berada dalam bahaya. Ikan ini akan mengembangkan tubuhnya melalui pengembangan lambungnya sehingga tubuhnya berbentuk bulat seperti bola dan mengapung di permukaan air. Ikan family Tetradonidae dan Diodontidae.
  Contoh:  Diodon hystrix

2.4 Rangka Ikan Berdasarkan Letaknya
Berdasarkan letak dan fungsinya, rangka ikan dibagi menjadi tiga yaitu rangka axial, rangka appendicular, dan rangka visceral.
2.4.1 Rangka axial
Rangka yang sejajar pada sumbu axial atau sumbu horizontal pada tubuh ikan. Rangka axial terdiri dari tengkorak, tulang punggung (vertebrae), dan tulang rusuk (costea). Berikut penjelasannya:

1.   Rangka Tengkorak                     
Secara umum perkembangannya  berasal dari tiga sumber, yaitu:
Dermocranium, yaitu tulang tengkorak yang asalnya dibuat dari sisik yang berfungsi sebagai dermis. 
a.       Chondrocranium, yaitu pembungkus otak yang berasal dari tulang rawan.
b.       Splanchnocranium, yaitu tulang tengkorak yang berasal dari rangka penyokong lengkung insang.
Umumnya tulang - tulang dermal membentuk atap tengkorak. Sepasang tulang parietal terletak didaerah atap tengkorak paling belakang. Sepasang tulang frontal yang merupakan keeping dermal yang luas berkembang tepat didepan tulang parietal. Sepasang tulang nasal yang bentuknya memanjang dan terletak diantara dua lubang hidung. Beberapa tulang dermal yang terdapat pada tulang- tulang tersebut yaitu post frontal, prefrontal, postnarietal, dan masih banyak lagi. Sepasang tulang lacrimal terdapat pada bagian anterior sisik tengkorak .Pada bagian telinga terdapat pada tulang squamosal, yang merupakan tulang dermal. Rahang atas terdiri dari tulang maxilla dan premaxila. Permaxilla dan maxilla pada beberapa ikan terutama ikan buas, seringkali dilengkapi dengan gigi-gigi. Tulang dermal yang terdapat pada langit-langit mulut ialah  prevomer, endopterygoid, ectopterygoid, palatine (masing-masing terdiri atas satu pasang) dan pharaspenoid (satu buah). Tulang dermal yang terdapat pada rahang bawah ialah dentary, splenials, angular dan articular. Tulang dentary yang dilengkapi deangan gigi-gigi. Tulang punggung dan tulang rusuk. Secara embriologik, tulang punggung berkebang dari sceletome yang terdapat pada sekeliling notochorda dan batang saraf,tiap-tiap pasang sceletome berkembangmenjadi empat pasang rawan yang dinamakan arcualia (Rahardjo, 1985).
Dua pasang arcuale terletak diatas notochorda, Bagian depan disebut basidorsal yang akan berkembang menjadi lengkungneural dan bagian belakang dinamakan interdorsal. Dua pasang arcuela lagi terdapat pada bagian bawah notochorda yang didepan dinamakan basiventral yang berkembang menjadi lengkung haimal, sedangkan bagian belangkang interventral. Interventral daninterdorsal pada conricthye berkembang menjadi kuping intercalary yang terdapat pada ruas tulang punggung. Jadi ruas tulang punggung dibentuk oleh arcualia yang mengadakan invasi mengelilingi notochorda. Berdasarkan pembentukannya, terdapat dua macam tulang punggung yang monospondyly dan diplospondyly. Tulang punggung yang monospondyly dibentuk dari persatuan interdorsal dan interventral suatu somite dengan basidorsal dan basiventral somite dibelakangnya (Rahardjo, 1985).
2. Tulang punggung dan tulang rusuk
Secara embriotik tulang punggung berkembang menjadi scelerotome yang terdapat pada sekeliling notochondria dan batang saraf. Tiap pasang scelerotome berkembang menjadi empat pasang tulang rawan yang dinamakan areulia. Tulang punggung badan dan tulang punggung ekor. Tiap-tiap ruas di daerah badan dilengkapi dengan sepasang tulang rusuk kiri dan kanan untuk melindungi organ dalam rongga badan (Rahardjo, 1985).      
2.4.2 Rangka apendikular
Rangka apendikular adalah tulang penyokong sirip dan pelekatnya. Pada ikan terdapat lima macam sirip, yaitu sirip tunggal (sirip punggung, sirip ekor, dan sirip dubur) dan sirip berpasangan (sirip dada dan sirip perut) (Rahardjo, 1985).
Sistem skeleton merupakan sistem tulang rangka.  Secara embriologi, tulang punggung berkembang dari scerotome yang terdapat di sekeliling notochord dan batang saraf. Tulang punggung di daerah badan (abdominal) dibentuk bersamaan dengan tulang di daerah ekor (caudal). Tiap ruas tulang di daerah badan dilengkapi oleh sepasang tulang rusuk (pleural rib) kiri dan kanan yang berfungsi untuk melindungi organ-organ yang ada di dalam rongga badan. Pada batang ekor bagian bawah terdapat satu cucuk hemal (hemal spine) dan pada bagian atas terdapat cucuk neural (neural spine).
Sirip termasuk anggota tubuh ikan yang sangat penting peranannya terutama saat ikan bergerak mencari mangsa. Sirip berfungsi sebagai alat gerak pada ikan, sehingga ikan dapat bergerak sesuai arah yang diinginkannya. Setiap sirip disusun oleh “membrana”, yaitu suatu selaput yang terdiri dari jaringan lunak, dan radialia” atau “jari-jari sirip” yang terdiri dari jaringan tulang atau tulang rawan. Radialia dibedakan menjadi dua, yaitu yang bercabang dan tidak bercabang, tergantung pada jenisnya. Radialia bersendi pada suatu basilia. Pada sirip yang letaknya di median, basalia berhubungan langsung dengan ruas-ruas tulang belakang (vertebrae), yaitu pada spina neuralis atau pada spina haemalis. Sebaliknya, pada sirip yang lain, basialia berhubungan langsung dengan spina vertebrata caudalis.
Berdasarkan tingkat kekerasannya, jari-jari sirip pada ikan dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Jari-jari keras, ciri-cirinya: sulit dibengkokkan, pejal, tidak berbuku-buku. Jari-jari keras ini ditemukan dapat berupa cucuk, duri, atau patil.
2. Jari-jari lunak mengeras, ciri-cirinya seperti yang ada pada jari-jari lunak, tetapi mengalami pengerasan sehingga agak sulit dibengkokkan dan beruas-ruas.
3. Jari-jari lunak, ciri-cirinya: mudah dibenkokkan, berbuku-buku, nampak transparan, dan biasannya bercabang pada bagian ujungnya.
Berdasarkan jumlahnya, sirip dibedakan menjadi sirip yang berpasangan (ganda) dan sirip tunggal.
1. Sirip ganda, meliputi:
a. Sirip dada (pinnae pectoralis = pinnae thoracicae = pectoral fins). Dapat disingkat P atau P1.
b. Sirip perut  (pinnae abdominalis = pinnae pelvicalis = pinnae ventralis = pelvic fins = ventral fins). Dapat disingkat V atau P2.
2. Sirip tunggal, meliputi:
  a. Sirip punggung (pinna dorsalis = dorsal fin). Apabila sirip punggung ada dua, maka sirip punggung yang pertama disingkat D1, sedangkan sirip punggung yang kedua disingkat D2.
            b. Sirip dubur (pinna analis = anal fin). Dapat disingkat A.
            c. Sirip ekor (pinna caudalis = caudal fin). Dapat disingkat C.

Letak sirip perut terhadap sirip dada pada masing-masing jenis ikan juga berbeda. Berdasarkan letak sirip perut terhadap sirip dada, sirip dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
1.                 Abdominal, yaitu letak sirip perut agak jauh ke belakang dari sirip dada, contohnya pada ikan bulan-bulan (Megaloops cyprinoides) dan ikan japuh (Dussumieria acuta                                      
2.                 Subdominal, yaitu letak sirip perut agak dekat dengan sirip dada,contohnya pada ikan kerong-kerong (Therapon theraps  dan ikan karper perak (Hypophtlhalmichttys molitrix)
 3.            Thoracic, yaitu sirip perut terletak tepat dengan sirip dada, contohnya pada ikan layang (Decapterus ruselli ) dan ikan bambangan (Lutjanus sanguineusJugular, yaitu sirip perut    terletak lebih ke depan daripada sirip dada, contohnya pada ikan kasih madu (Kurtus indicus ) dan ikan tumenggung (Priacanthus tayenus ).

2.4.3 Rangka Visceral
Rangka visceral terdiri dari tulang lengkung insang dan derivatnya. Struktur tulang insang yang menyokong insang dan mengelilingi pharynx terdiri dari tujuh tulang lengkung insang. Dua tulang lengkung insang yang pertama menjadi bagian dari tulang-tulang tengkorak. Sedangkan lima yang lainnya berfungsi sebagai penyokong insang.
Rangka visceral terdiri dari tulang lengkung insang dan derivatnya. Struktur tulang insang yang menyokong insang dan mengelilingi pharynx terdiri dari tujuh tulang lengkung insang. Dua tulang lengkung insang yang pertama menjadi bagian dari tulang-tulang tengkorak. Sedangkan lima yang lainnya berfungsi sebagai penyokong insang.
Pada jenis ikan Osteichtyes, apabila dilihat dari luar, celah insang tertutup oleh tutup insang (apparatus opercularis). Tulang-tulang tutup insang terdiri dari:
1.  Operculum, yang tersusun atas empat tulang, yaitu:
a.  Os operculare, yaitu tulang paling besar dan letaknya paling dorsal.
b. Os preoperculare, yaitu tulang sempit yang melengkung seperti sabit dan letaknya paling depan.
c.  Os interiperculare, juga merupakan tulang yang sempit dan terletak           di antara os operculare dan os preoperculare.
d. Os suboperculare, bagian tulang yang terletak paling bawah
2.  Membrana branchiostega, yaitu selaput tipis yang melekat pada operculum dan        berakhir bebas di tepi belakang operculum. Fungsinya sebagai klep untuk menahan agar air tidak masuk ke dalam rongga insang dari arah belakang.
3.  Radii branchiostega, yaitu tulang-tulang kecil yang terletak pada bagian ventral pharynx, fungsinya untuk menyokong membrana branchiostega.

Pada ikan bertulang rawan (Chondroichtyes) tidak memiliki tulang-tulang penutup insang. Insang ikan tersebut berada di dalam rongga dan berhubungan keluar melalui celah-celah insang yang berjumlah sekitar 5-7 buah.

2.5 Pembangian Rangka berdasarkan Letak terhadap Tubuh
Berdasarkan letaknya terhadap tubuh, rangka dibedakan menjadi rangka internal dan rangka eksternal.
2.5.1 Rangka Eksternal
Rangka eksternal meliputi sisik, kulit, jaringan penghubung yang menghubungkan kulit dengan otot, tulang keras dengan tulang keras, tulang keras dengan tulang rawan, tulang keping tutup insang,dana apendiks.
2.5.2 Rangka Internal
Rangka internal meliputi rangka axial, dal membran penghubung organ bagian luar dan bagian dalam. Fungsi rangka internal adalah menghubungkan organ bagian luar dengan  bagian dalam. Terbagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsi dari organ yang dilindungi, yaitu:
1. Perineural sheet               : Melindungi saraf bagian luar, bagian luar                                       otak,otak kecil, dan otak tambahan spinal                                                                 cord.
2. Perimerium                      : Sebagai pembungkus saraf.
3. Perichondrium                 : Sebagai pembungkus tulang rawan.
4. Periostium                       : Sebagai pembungkus tulang sejati.
5. Peritonium                       : Sebagai pembungkus organ-organ tubuh                                                                  dan membatasi rongga.
6. Perimysium                     : Sebagai pembungkus otot.
7. Pericardium : Sebagai pembungkus jantung dan pembatas                                                            jantung dengan organ lain.
8. Mesentrium      : Sebagai pembungkus organ-organ tubuh bagian dalam sehingga organ tubuh tersebut menjadi kompak.



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Rangka pada ikan seperti halnya pada golongan vertebrata lainnya berfungsi untuk menegakkan tubuh, menunjang dan menyokong organ-organ tubuh serta berfungsi pula dalam proses pembentukan butir darah merah. Rangka tersusun dari tulang sejati (Osteichtyes) dan tulang rawan (Chondroichtyes).
Pada dasarnya rangka ikan terdiridari bagian kepala, tubuh, dan ekor. Rangka pada ikan dibedakan berdasarkan tulang ikan menurut asalnya yaitu tulang rawan dan tulang sejati. Bedasarkan letaknya yaitu rangka axial, rangka appendicular, dan rangka viscellar, kemudian berdasarkan letaknya dalam tubuh ada rangka internal, dan rangka eksternal. Tiap ikan mempunyai bentuk rangka yang berbeda-beda, hal tersebut juga sebagai salah satu bentuk adaptasi terhadap lingkungannya.

3.2 Saran
Makalah yang kami susun ini mungkin masih banyak kekurangan dalam pembuatannya. Untuk itu akan lebih baik pula jika ada saran demi kebaikan dalam pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.













DAFTAR PUSTAKA

Omar, S. 2011. Buku Ajar Iktiologi. Makassar : Universitas Hasanuddin
Rahardjo, M. dkk. 2011. Iktiologi. Bandung: Lubuk Agung

Helfman, G.S., B.B. Collete & D.E. Facey. 1997. The Diversity of Fishes.             Blackwell Science, Inc. USA.

0 comments: